Ideas Factory

The Ideas Factory is an online community seeking to build credible evidence about how technology can enhance the lives of people with lifelong disability. This knowledge and information will come from sharing lived experience, practice-based evidence and research.

The types of technologies include assistive technologies and medical devices, software, processes as well as enabling environments that can assist people with their rehabilitation and to live well in the community. We are interested in off-the-shelf technology that is not yet fit for purpose, as well as the creation of bespoke technology to meet individual needs. 

Join our collaborative forum, where diverse people come together in a supportive and accepting community to increase awareness, knowledge and opportunities to be involved in the design, development and production of technology to meet the needs of people with disability.

About HabITec
RahayuBertha
 
Share:
Notifications
Clear all
RahayuBertha
RahayuBertha
Group: Registered
Joined: 2021-08-24
New Member

About Me

Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Jawa Paling Eksotik

 

Terbentang dari pesisir Indramayu di bagian utara hingga Pangandaran di bagian selatan Java Tourism, dari Sukabumi di bagian barat sampai Kuningan di ujung timur, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan populasi terpadat di Indonesia.

 

Pada abad ke-5 wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, yang dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dengan ibukota Pakuan Pajajaran (sekarang Kota Bogor). Dan pada abad ke-16 berdirilah Kesultanan Cirebon yang masih ada hingga saat ini. Tak heran kalau Jawa Barat kaya akan warisan adat dan budaya luhur yang terjaga apik.

 

Pulau Biawak, Indramayu

 

Anda tentu sudah familiar dengan Pulau Komodo di mana reptil purba raksasa komodo hidup berkeliaran dengan bebas. Tapi tahukah Anda kalau tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa? Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan habitat alami satwa liar biawak. Dulunya pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah. Namun kini, asalkan berani, Anda bebas untuk menjelajahi setiap jengkalnya.

 

Tebing Citatah, Padalarang

 

Meski hanya berjarak 5 kilometer dari pintu keluar tol Padalarang, Tebing Citatah tidak sepopuler Goa Pawon dan Stone Garden. Saat ini di bawah pengawasan Kopassus, tebing-tebing yang ada di sini kerap digunakan sebagai lokasi latihan militer. Tapi di akhir pekan, ketiga tebing yang ada: Citatah 48, Citatah 90 dan Citatah 125 dibuka untuk pengunjung yang ingin melakukan aktivitas panjat tebing – tanpa dipungut biaya.

 

Gunung Padang, Cianjur

 

Di lintasan gunung berapi di kawasan Cianjur terdapat sebuah penemuan besar yang sukses mengubah sejarah peradaban masa lalu. Ketika reruntuhan candi ditemukan di bukit setinggi 100 meter ini, awalnya semua orang menganggap itu hal biasa. Namun 20 tahun lalu barulah diketahui bahwa candi tersebut bukan berdiri di atas bukit, melainkan di sebuah piramida buatan manusia yang terkubur oleh tanah.

 

Curug Batu Templek, Bandung

 

Anda mungkin akan kesulitan mencari tahu cara menuju Curug Batu Templek jika bertanya pada warga Kota Bandung. Meskipun curug ini tidak sulit untuk dicapai, namun lokasinya yang berada di kawasan penambangan batu alam menjadikan nama Curug Batu Templek masih asing di telinga. Sebagai fenomena geologi yang langka, Curug Batu Templek sebetulnya merupakan retakan kecil dari lempeng bumi, yang terbentuk akibat pergerakan tektonis. Sehingga menyebabkan keluarnya air dari sela-sela bebatuan.

 

Cukang Taneuh, Pangandaran

 

Sebutan Green Canyon sendiri awalnya dipopulerkan oleh wisatawan asal Prancis, karena ngarai bernama Cukang Taneuh (yang artinya Jembatan Tanah) ini mengingatkan akan Grand Canyons yang ada di Arizona, namun berwarna hijau. Setelah pelampung terpasang rapi, maka petualangan menyusuri aliran sungai berkelok di antara tebing hijau ini pun dimulai. Di kanan-kiri Anda tampak aneka tumbuhan hijau menghiasi dinding-dinding batu yang terpahat secara alami sejak bertahun-tahun lalu.

 

Gunung Papandayan, Garut

 

Untuk sebagian besar orang, mendaki gunung bukanlah hal yang gampang dilakukan – tak jarang Anda harus melalui medan yang berat serta cuaca yang tak bisa ditebak hanya untuk bermalam di dalam tenda dan makan makanan kaleng. Namun menurut para pecinta alam, gunung ini termasuk cocok bagi para pendaki pemula, karena untuk mencapai area perkemahan di Papandayan Anda hanya perlu trekking selama dua jam saja dan ada juga Destinasi Wisata Semarang. Usai mendirikan tenda, pendaki dapat berjalan-jalan di Tegal Alun, sebuah padang bunga Edelweiss terluas di Jawa Barat sekaligus tempat terbaik untuk melihat matahari terbit.

Social Networks
Member Activity
0
Forum Posts
0
Topics
0
Questions
0
Answers
0
Question Comments
0
Liked
0
Received Likes
0/10
Rating
0
Blog Posts
0
Blog Comments

Reach Us

The Hopkins Centre
Menzies Health Institute QLD

Griffith University
Nathan Campus
Mt Gravatt QLD

0478 709 990

Leave A Message

Site created by Arran King Design © 2021